diposkan pada : 09-01-2024 14:51:47

Makkah yang Dimuliakan oleh Allah ﷻ

Allah ﷻ Memuliakan dan Mengkhususkan Makkah dalam Sejarah Alam Semesta. Allah ﷻ menunjukkan keagungan-Nya dengan mengkhususkan dan memuliakan Makkah di atas seluruh wilayah dunia. Salah satu keistimewaan terbesar yang diberikan adalah menjadikannya sebagai tanah Haram.

Apa Makna Haram?

  • Tanah Haram adalah tempat yang mana ada beberapa hal yang diharamkan di sana, namun diperbolehkan di tempat lain. Hal itu sebagai bentuk pengagungan dan pemuliaan terhadap pemilik otoritas keharaman dan pelarangan. Allah ﷻ berfirman: “Demikianlah (perintah Allah ﷻ). Dan barangsiapa yang mengagungkan apapun yang terhormat di sisi Allah ﷻ, maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya.”

  • Allah ﷻ memilih tanah ini dan menjadikannya Tanah Haram (mulia), lalu Allah ﷻ melarang sebagian hal yang diperbolehkan di tempat lain, dan memberinya keistimewaan dengan beberapa keutamaan yang tidak ditemukan di tempat lainnya, yaitu kesucian dan keistimewaan yang masuk dalam sejarah alam semesta secara keseluruhan.

  • Allah ﷻ memuliakan tanah ini dan mengkhususkannya dengan derajat pada hari penciptaan alam semesta yang kita ketahui, dan akan tetap ada hingga akhir alam semesta ini. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya tanah ini (Makkah) disucikan oleh Allah ﷻ pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, dan akan tetap mulia dan suci dengan kemuliaan Allah hingga hari kiamat.”

Pentingnya Makna "Haram"

Tanah Haram memiliki signifikansi khusus sebagai tempat yang memuat larangan-larangan yang tidak berlaku di tempat lain. Ini mencerminkan penghormatan dan pemuliaan terhadap otoritas yang mengatur hal-hal yang diharamkan. Firman Allah ﷻ menyatakan, "Demikianlah (perintah Allah ﷻ). Dan barangsiapa yang mengagungkan apapun yang terhormat di sisi Allah ﷻ, maka itu lebih baik baginya di sisi Tuhannya."

Allah ﷻ dengan sengaja memilih Makkah dan menetapkannya sebagai Tanah Haram. Beberapa hal yang dihalangi di sana, padahal di tempat lain diizinkan, menunjukkan keistimewaan yang diberikan Allah ﷻ. Kesucian dan keistimewaan yang mencakup sejarah alam semesta secara menyeluruh menjadi ciri khas Tanah Haram.

Keistimewaan Makkah yang Abadi

Allah ﷻ memuliakan Makkah dan memberikan derajat khusus padanya sejak hari penciptaan alam semesta. Rasulullah ﷺ mengungkapkan, "Sesungguhnya tanah ini (Makkah) disucikan oleh Allah ﷻ pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, dan akan tetap mulia dan suci dengan kemuliaan Allah hingga hari kiamat."

Dengan demikian, kekhususan dan keutamaan Makkah tidak hanya terbatas pada rentang waktu tertentu, tetapi akan terus eksis hingga akhir masa. Keagungan Tanah Haram menjadi bagian tak terpisahkan dari desain ilahi alam semesta.

Allah ﷻ mengkhususkan dan memuliakan Makkah dibanding seluruh belahan dunia, dan termasuk yang paling agung adalah menjadikannya sebagai tanah Haram.

Makkah adalah Kiblat Kaum Muslimin

Allah ﷻ memilih Makkah sebagai tempat ibadah haji, menjadikan perjalanan ke sana sebagai ibadah yang dapat meningkatkan derajat spiritual dan menghapus sejumlah kesalahan. Rasulullah -Shallallahu alaihi wasallam- dengan tegas menyatakan, "Demi Allah, sesungguhnya kamu adalah bumi Allah yang terbaik dan tanah yang paling saya cintai."

Makkah Al-Mukarramah, wilayah yang disematkan gelar sebagai yang terbaik dan paling dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya.

Di Makkah, berdiri rumah pertama di dunia yang didedikasikan untuk menyembah Allah, mengesakan-Nya, dan mengikuti petunjuk-Nya. Firman Allah ﷻ menegaskan, "{Sesungguhnya rumah pertama yang dibangun untuk (tempat beribadah) manusia adalah Baitullah yang ada di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam}."

Keutamaan dan kedudukan Makkah tersebut telah dimulai sejak awal penciptaan alam semesta, seiring dengan penciptaan langit dan bumi. Rasulullah (Shallallahu Alaihi Wasallam) menyampaikan, "Sesungguhnya tanah ini (Makkah) disucikan oleh Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, dan akan tetap mulia dan suci dengan kemuliaan Allah hingga hari kiamat."

Umat Islam dari berbagai penjuru dunia menghadap Makkah lima kali sehari, memperkuat ikatan sosial, persaudaraan, dan persatuan mereka. Firman Allah ﷻ menunjukkan, "{Kami melihat wajahmu (Muhammad) sering menengadah ke langit, maka akan Kami palingkan dirimu ke kiblat yang engkau senangi. Maka hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja engkau berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu}."

Bagi kaum Muslim, Makkah adalah kiblat, petunjuk, nikmat, dan berkah yang menyatukan aspek kehidupan mereka. Kewajiban untuk bersyukur kepada Allah atas nikmat ini tercermin dalam firman-Nya, "{Allah telah menjadikan Ka’bah, rumah suci tempat manusia berkumpul. Demikian pula pada bulan haram, Hadyu, dan Qalaid. Yang demikian itu agar kamu mengetahui bahwa Allah Mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu}."

Makkah, sebagai Tanah Haram yang dimuliakan, mendapatkan keistimewaan terbesar secara eksklusif.

Bagian-bagian Masjidil Haram

Salah satu bagian dari Masjidil Haram yaitu: 

Ash-Shan (Pelataran Thawaf di Sekeliling Ka’bah): Shahn Ka’bah atau tempat thawaf merupakan lantai yang terbuat dari marmer putih dan mengelilingi Ka’bah yang mulia. Saat ini dinamakan Ash-Shan (piring). Umat Islam melakukan thawaf di sekeliling Ka’bah yang mulia. Dinamakan juga dengan Al-Mathaf, yaitu lingkaran putaran sekeliling Ka’bah yang mulia.

Pelataran Masjidil Haram

Masjidil Haram Makkah dikelilingi oleh halaman yang disediakan untuk lalu lintas jamaah haji dan umrah menuju ke dalam Masjidil Haram. Halaman tersebut juga dipersiapkan sebagai tempat yang bisa difungsikan untuk melakukan shalat, terutama pada hari Jumat serta pada musim-musim haji dan umrah.

Terdapat petugas yang memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Mempermudah akses masuk bagi jamaah untuk menunaikan shalat ke dalam Masjidil Haram.
  • Membuka jalur-jalur di halaman yang mengarah ke pintu-pintu Masjidil Haram.
  • Membimbing jamaah dan orang-orang yang tersesat, membantu para lansia dan orang-orang berkebutuhan khusus (disabilitas).
  • Mencegah aktifitas negatif seperti; duduk-duduk, berjualan dan mengemis di pelataran Masjidil Haram.

Fasilitas yang tersedia di area pelataran Masjidil Haram:

  • Kotak tempat penitipan barang (brankas)
  • Air zamzam
  • Kipas kabut untuk menyejukkan udara
  • Tempat wudhu dan toilet
  • Petugas selalu membersihkan pelataran secara kontinyu

Larangan-larangan ketika berada di area pelataran Masjidil Haram:

  • Meninggalkan barang-barang bawaan di pelataran. Barang bisa dititipkan di brankas
  • Membawa masuk senjata dan benda-benda tajam
  • Masuk dengan menggunakan sepeda motor dan sepeda
  • Merokok, vape, sisha, dll

Pintu-pintu Masjidil Haram di Makkah: Ada begitu banyak pintu masuk Masjidil Haram. Masing-masing mempunyai nomor tersendiri. Di atas pintu-pintu tersebut terdapat lampu petunjuk yang dapat dilihat dari jauh untuk mengetahui apakah ini pintu masuk atau pintu keluar.

Ada Lima Pintu Utama Masjidil Haram yaitu:

  1. Pintu Raja Abdul Aziz, No. 1, terletak di pelataran bagian barat.
  2. Pintu Shafa, no. 11, terletak di arah tempat sa'i.
  3. Pintu Al-Fath, no. 45, terletak di pelataran utara.
  4. Pintu Al-Umrah, no. 62, terletak di pelataran utara.
  5. Pintu Raja Fahd, no. 79, di pelataran bagian barat.

Memahami Tempat Ibadah Umrah di Masjidil Haram yang sangat Luas

Salah satu tempat adalah Pelataran Lantai untuk Thawaf

Tempat thawaf yang sangat luas ini terdiri dari beberapa lantai yang memudahkan jamaah haji dan umrah dalam menjalankan ibadah thawaf mereka di sekeliling Ka’bah. Berikut adalah struktur tempat thawaf yang perlu diketahui:

  1. Pelataran Lantai untuk Thawaf terdiri dari : Area utama di sekeliling Ka’bah yang dirancang khusus untuk ibadah thawaf. Lantai dasar yang memberikan akses langsung ke pelataran thawaf. Lantai satu yang menyediakan ruang ekstra untuk jamaah.
  2. Lantai M (Mizanin) : Terletak di lantai satu dan dirancang khusus untuk kursi roda, memastikan aksesibilitas untuk semua jamaah.
  3. Atap : Bagian puncak yang melindungi pelataran thawaf dari cuaca dan memberikan naungan.

Daya Tampung Tempat Thawaf:

  1. Pelataran Lantai untuk Thawaf:
  • Mampu menampung sekitar 30 ribu orang per jam.
  1. Seluruh Lantai:
  • Dapat menampung sekitar 107 ribu orang yang melakukan thawaf per jam.

Jamaah dapat mencapai lantai-lantai ini melalui jalur khusus sesuai petunjuk dari petugas keamanan. Kerjasama dan kepatuhan terhadap petunjuk menjadi kunci penting untuk kelancaran ibadah.

Simbol-simbol Thawaf yang perlu di Ketahui bagi yang akan Berumrah

Umrah itu wajib sekali seumur hidup, sebagaimana pula haji. Dan untuk pelaksanaan umrah jamaah Muslim mengikuti aturan dengan melaksanakan Rukun Umrah.
Rukun umrah itu sendiri ada 5  yaitu: ihram, thawaf umrah, sai umrah, halq (menggundul) atau taqshir (memendekkan rambut), dan berurutan dalam melakukan rukun.

Makna Mendalam Simbol-simbol Thawaf

Tempat thawaf, sebuah pelataran berlapis marmer putih yang mengelilingi Ka’bah, menjadi simbol utama dalam ritual thawaf umat Islam. Saat ini, tempat ini dikenal sebagai "Shahn," merujuk pada bentuknya yang menyerupai piring. Thawaf, prosesi mengelilingi Ka’bah, menjadi ibadah khusus umat Islam di tempat ini.

Beberapa simbol penting dari tempat thawaf meliputi:

  1. Ka’bah yang Mulia: Ka’bah bukan sekadar bangunan fisik; ia adalah kiblat bagi umat Islam dan menjadi pusat spiritualitas mereka. Thawaf, sebagai bentuk ibadah, eksklusif dilakukan di sekeliling Ka’bah.

  2. Maqam Ibrahim: Batu ini menjadi simbol bersejarah, dipijak oleh Ibrahim alaihissalam saat membangun Ka’bah. Maqam Ibrahim memvisualisasikan kekuasaan Allah yang jelas terlihat di Masjidil Haram. Sesuai firman Allah, "Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim."

Keagungan Ka’bah: Simbol-Simbol dan Maknanya

Ka’bah, Baitullah yang penuh keagungan, adalah bangunan megah yang memiliki tempat istimewa dalam keyakinan umat Islam. Dibangun oleh Nabi Ibrahim, yang bergelar “Khalilullah,” bersama putranya Ismail alaihimassalam, Ka’bah adalah rumah Allah pertama di muka bumi, tempat untuk beribadah hanya kepada-Nya tanpa sekutu. Firman Allah Ta’ala menyatakan, “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.”

Ka’bah bukan sekadar struktur fisik; ia adalah kiblat dan jantung spiritualitas umat Islam. Thawaf, ibadah mengelilingi Ka’bah, menjadi momen sakral bagi umat Islam.

Beberapa simbol Ka’bah yang terlihat saat thawaf antara lain:

  1. Al-Hathim (Hijr Ismail): Sebuah area setengah lingkaran di samping Ka’bah, bagian dari Ka’bah yang memungkinkan shalat di sana dianggap setara dengan shalat di dalam Ka’bah.

  2. Pintu Ka’bah: Terletak di bagian timur Ka’bah dan terbuat dari emas murni, pintu ini memiliki posisi khusus sekitar 222 cm dari permukaan tanah.

  3. Al-Multazam: Dinding bagian timur Ka’bah, di antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah, tempat di mana orang berdoa dengan meletakkan dada, wajah, lengan, dan dua telapak tangan ke dinding.

  4. Al-Mizab: Bagian pada atap Ka’bah yang berfungsi menyalurkan air, dengan air yang turun ke Hijr Ismail.

  5. Asy-Syadzarwaan: Bangunan pelengkap Ka’bah, melingkupinya seperti kain sarung, dibangun untuk menguatkan dan melindungi Ka’bah dari banjir, dilapisi dengan marmer putih.

  6. Hajar Aswad: Batu yang berasal dari surga, dianggap oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam sebagai awal dan akhir thawaf.

  7. Rukun Yamani: Salah satu dari empat rukun Ka’bah, dinamakan “Yamani” karena letaknya dari arah Yaman, bersama dengan Hajar Aswad membentuk "Dua Rukun Yamani."

Mari kita wujudkan impian kita untuk berumrah, memperoleh pahala yang melimpah, dan mendekatkan diri kepada Allah. Keutamaan berumrah yang luar biasa memberikan peluang istimewa untuk membersihkan diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan mendapatkan berkah yang tak terhingga. Ayo, jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk mengunjungi Baitullah dan mengalami momen spiritual yang membahagiakan. Berumrahlah sekarang, karena setiap langkah di Tanah Suci membawa kita lebih dekat pada rahmat-Nya.

Jelajahi pengalaman berumrah yang penuh makna dengan Paket Umrah Ramadhan Tahun 2024 dari Jakarta ke Jeddah. Dengan fasilitas unggulan dan layanan terbaik, nikmati momen suci di Tanah Suci dengan kenyamanan dan ketenangan. Pesan sekarang untuk meraih pahala dan keberkahan dalam perjalanan ibadah Anda.

Sekarang mari mengenal Tempat Sa’i dengan Fakta Angka yang Terkait

Informasi Tempat Sa’i yang perlu diketahui:

  1. Shafa dan Marwah:
  • Dua bukit kecil yang memiliki makna sejarah signifikan, menjadi tempat dimulainya dan berakhirnya sa'i.
  1. Informasi Tempat Sa'i dengan Angka:
  • Panjang jalur sa'i: 394 M.
  • Total jarak sa'i: 2761 M untuk tujuh putaran.
  • Waktu rata-rata sa'i: 45-55 menit.
  1. Jumlah Lantai Tempat Sa'i:
  • Terdiri dari ruang bawah tanah, lantai dasar, lantai Al-Mizanain untuk kursi roda, lantai satu, lantai dua, dan lantai atap.

Dengan memahami struktur dan informasi ini, jamaah dapat melaksanakan ibadah thawaf dan sa'i dengan lebih baik dan terorganisir di Tanah Suci.

Setelah menggali fakta-fakta menakjubkan tentang tempat-tempat suci di Tanah Haram, mari bersama-sama menjelajahi keindahan spiritual yang tak tergantikan melalui ibadah umrah. Pelataran lantai yang memukau untuk thawaf, tempat sa'i yang penuh makna, dan struktur tempat ibadah yang megah adalah bagian dari pengalaman yang menggetarkan hati.

Yuk, Bergabung dalam Perjalanan Suci Ini!

  1. Merajut Kisah Perjalanan Rohani:

    Bergabunglah dalam perjalanan rohani menuju pelataran lantai untuk thawaf yang mampu memikat hati dengan keindahan dan keagungan-Nya.

  2. Saksikan Keajaiban Shafa dan Marwah:

    Langkah di atas jejak Hajar (ibunda Ismail alaihissalam) dengan merasakan keajaiban di Shafa dan Marwah, dua bukit kecil dengan kisah sejarah yang begitu mendalam.

  3. Nikmati Fakta Angka yang Mencengangkan:

    Bayangkan diri Anda berada di tempat sa'i dengan angka-angka mencengangkan seperti panjang jalur sa'i yang 394 M dan total jarak sa'i yang mencapai 2761 M. Pengalaman spiritual dan fisik yang luar biasa!

  4. Ketika Setiap Langkah Bernilai Ibadah:

    Tiap langkah di tempat-tempat suci ini bernilai ibadah, dan keindahan yang tak tergantikan itu menanti untuk diwujudkan oleh kita semua.

Inilah Waktunya Melangkah:

Mari bersama-sama meraih keberkahan dan meresapi spiritualitas di tempat-tempat yang menyimpan rahasia sejarah keagamaan. Segera persiapkan diri untuk berumrah, karena setiap langkah akan membawa kita lebih dekat pada rahmat dan berkah-Nya. Ajaklah keluarga dan teman-teman, dan jadikan perjalanan ini sebagai capaian luar biasa dalam perjalanan spiritual kita. Ayo, kita mulai perjalanan suci ini bersama-sama!

Temukan penawaran terbaik untuk ibadah umroh di bulan Juli 2024 dengan Paket 9 Hari Hotel Bintang 4. Dapatkan pengalaman berumroh yang nyaman dan bermakna dengan harga yang terjangkau. Pesan sekarang dan pastikan perjalanan suci Anda dimulai dengan landing di Jeddah yang membahagiakan.